Dewasa ini, penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang kini sudah meningkat. Semakin maraknya penyimpangan dan perbuatan kriminal membuat narkoba kini sangat mudah ditemukan. Tak hanya itu, kini sudah masuk ke semua kalangan dan lapisan di masyarakat. Tindakan kriminal seyogyanya adalah awal dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang yang semakin hari semakin tidak terkendali. Baik itu pengguna baru maupun pengguna yang sudah lama memakai narkoba itu sendiri.
Generasi muda merupakan target utama penyebaran narkoba. Dengan darah muda yang masih mebara dan ingin mencari jati diri tak pelak mereka menjadi objek sasaran yang sangat menguntungkan. Penyebaran narkoba saat ini sudah menglobal dan mencakup segala aspek di masyarakat. Aspek ini juga masuk ke generasi muda kita saat ini. Daun muda yang selama ini menjadi generasi dari bangsa kita seakan mengalami cobaan yang sangat besar. Cobaan itu memberikan isyarat bahwasanya kita saat ini sudah darurat terhadap penyebaran dan penggunaan narkoba.
Kondisi darurat narkoba di Indonesia memang sejak dulu sudah menjadi perhatian serius. Tidak hanya membuat masyarakat kita hancur, juga memutus kemampuan kita untuk melakukan hal yang positif dengan gangguan narkoba tersebut. Hal ini lah yang sering dikatakan orang tua kita bila kita sudah sekali mencoba narkoba maka kita akan ketagihan seterusnya. Maka janganlah sekali-sekali menggunakan narkoba. Mengetahui narkoba penting, namun tak jauh lebih penting jika kita sudah terperangap narkoba dan masuk kedalam narkoba sebagai pemakai. Ini ibarat jaring laba-laba yang tidak bisa lepas bila sudah lengket di jaring tersebut kita sebagai generasi muda pun tak akan bisa melawan.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2014, tercatat ada lebih 4 juta penyalahguna narkoba di Indonesia. Ini artinya 2,18% penduduk Indonesia menjadi pengguna narkoba (current users). Angka ini menunjukkan tingkat prevalensi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih dan pernah memakai narkoba pada tahun 2014. Bahkan, dewasa ini 30-40 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyalahgunaan narkoba, sebagian besar atau 78% berusia 19-21 tahun yaitu anak muda. Menurut Kepala BNN Anang Iskandar pada peringatan Hari Antinarkoba Internasional di Istana Negara 26 Juni 2015, bila tidak dicegah angka peningkatan penyalahguna narkoba akan naik menjadi 5 juta orang pada tahun 2020.
Semakin tingginya tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda kita merupakan suatu kondisi yang membahayakan tidak hanya dirasakan pada saat ini, namun akan berdampak juga di masa depan dengan kondisi tertentu. Generasi muda yang katanya sebagai pemegang tongkat estafet perkembangan pembangunan bangsa kedepanya pada kenyataannya saat ini mengalami degradasi moral yang terlihat dari banyaknya anak muda yang menyalahgunakan narkoba dengan kepentingan untuk kesenagan semata.
Hal ini perlu kita waspadai dimana negara kita saat ini sedang melakukan perbaikan karakter dengan menyiapkan anak bangsa dengan pembelajaran dengan pendidikan anti narkoba. Dengan menyiapkan generasi-generasi muda yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh narkoba yang pada hakekatnya sudah membuat kita merasa siap untuk melawan kerasnya penyebaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat dan terutama generasi muda kita juga.
Kondisi generasi muda kita saat ini yang sudah banyak terperangkap dalam gelapnya narkoba tak bisa kita pungkiri karena suatu kondisi yang memang berasal dari ketidakmampuan diri untuk berbuat lebih baik. Sehingga pada akhirnya membuat pelarian dengan tidak konsisten pada diri sendiri dan masuk ke dalam lubang yang disebut narkoba. Lubang kelam yang tiada kata sembuh bila sudah ketergantungan membuat banyak anak muda merasa menyesal dan tak sedikit frustasi dengan ketidakberdayaanya.
Generasi Anti Narkoba
Bila kita berbicara narkoba tak bisa kita lepaskan bahaya yang diakibatkan dari zat adiktif yang dihasilkan. Narkoba memang suatu momok yang menakutkan jika disalahgunakan dengan tidak baik. Tapi sangat bermanfaat bila dipergunakan untuk kesehatan dengan kadar dosis yang sesuai dengan peraturan kesehatan yang ada. Hal inilah yang sering dilupakan masyarakat terutama generasi muda yang senang dengan tantangan untuk menunjukkan dirinya hebat kepada orang lain. Pada ujungnya banyak yang menyalahgunaan dan akibatnya overdosis hingga menyebabkan kematian.
Namun dibalik gelapnya narkoba ada suatu kepercayaan yang tak hanya membuat kita bertanya apa yang bisa dilakukan generasi muda untuk lebih baik kedepanya. Generasi muda tak hanya boleh diam dalam penyalahgunaan narkoba. Sebagai anak muda harus bisa melakukan perubahan, kita tak hanya menjadi sipenerima akibat. Kita harus bisa menjadi agen perubahan yang dimana membuat kita mampu untuk mengenal lebih dekat apa dampak yang diakibatkan narkoba selama ini.
Generasi muda perlu menjadi kader-kader anti narkoba yang siap melawan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba terutama untuk diri sendiri. Berawal dari diri sendiri dan bisa melakukan perubahan yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat luas. Tak hanya itu, perubahan kecil sering menjadi besar bila kita mampu menerapkan dalam diri kita sendiri. Hingga pada akhirnya kita mampu menjadi sosok yang bisa menjadi teladan dan siap menolak dampak negatif yang diakibatkan narkoba itu sendiri.
Hal inilah yang tidak dimiliki anak muda saat ini. Filterasi dalam perubahan yang ada saat ini tidak lagi dipergunakan. Banyak anak muda hanya menerima perubahan. Ingin gaya-gayaan biar keren dan memakai narkoba dan lupa dengan tujuan awal yaitu untuk menjadi individu yang berguna tidak hanya bagi diri sendiri, keluarga dan lebih luas lagi untuk bangsa kita. Semua akan sirna bila kita tidak mampu menjadi role model yang siap menolak dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya itu dengam begitu kita harus siap sebagai generasi muda aanti narkoba saat ini dan untuk selama-lamanya.
0 Komentar