Ad Code

Responsive Advertisement

Pencemaran Danau Toba dan Tanggung Jawab Pemerintah

Oleh : Daniel Turnip


Beberapa waktu belakangan ini kita dikabarkan dengan pemberitaan air Danau Toba yang semain hari semain tercemar. Menurut pemberitaan salah satu Surat Kabar Medan Senin, 20 Pebruari 2016 lingkungan Danau Toba ditemukan lintah yang menempel di bebatuan dan terdapat juga di air. Lintah adalah hewan yang termasuk dalam Filum Annelida subkelas Hirudinea. Hewan ini termasuk  yang bisa hidup yang di daratan, air tawar dan air laut. Termasuk perairan tercemar dan kotor. Semua spesis lintah adalah karnivora termasuk yang ditemukan di perairan Danau Toba. Penemuan lintah di danau ini diperparah dengan ditemukannya kutu air. Tidak hanya itu ternyata penemuan kutu air dan lintah ini sudah ada sejak awal tahun 2012. Dua jenis spesies ini sangat mudah berkembang di daerah yang kotor dan air yang tercemar.
Awalnya kutu air dan lintah tidak sebanyak yang ditemukan sekarang. Namun akibat berbagai banyak nya pencemaran air dan sampah yang sembarangan dibuang kini jumlahnya meningkat. Tidak hanya itu pemakaian pakan ikan seperti pelet memperparah kualitas air danau toba. Pelet merupakan benda yang sangat berpengaruh mengotori air. Penggunaan pelet yang berlebih dapat memperkeruh perairan Danau Toba. Tidak hanya itu, dari berbagai penelitian yang dilakukan dasar danau toba saat ini banyak kotoran dan limbah yang berasal dari pakan ikan.
 Jika dulu air danau sangat bersih dan jernih, kini sudah sebaliknya. Banyak sampah dan  kotoran yang tergenang dibibir pantai terutama daerah Parapat dan Tomok. Dari Penemuan di lapangan banyak pembuangan limbah perusahaan yang  melanggar peraturan lingkunga hidup. Beberapa pelanggaran ini sudah pasti mengurangi standar kualitas baku air yang ada di Danau Toba. Sedangkan menurut Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskannak) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Rudy T H Simamora mengatakan pihaknya sudah melakukan uji langsung kadar asam basa air danau toba. Berdasarkan pengukuran itu, perairan Danau Toba sangat mengkhawatirkan. Kadar asam basa atau Ph mencapai angka 9 atau sangat jauh di atas batas normal 6,7 sampai 7,4. Ini memperlihatkan bahwa perairan danau toba saat ini sangat kritis. Tingginya kadar asam dapat mempercepat pertumbuhan hewan yang sangat senang dengan perairan yang jorok dan tercemar. Selain itu didukung dengan tidak adanya ablution terhadap perairan dapat memperburuk kondisi air dan lingkungan sekitar.

Kesadaran Bersama
Masyarakat sekitar mengambil andil penting dalam masalah ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir 80% masyarakat yang tinggal di pinggiran Danau Toba merupakan saksi dari menurunya kualitas air. Bukan hanya itu, banyak dari masyarakat ini juga masih kurang perhatian terhadap keberadaan danau yang selama ini sebagai lahan pekerjaan bagi mereka. Masih banyak dari masyarakat yang membuang sampah, baik itu limbah ternak babi, sampah plastik dan lainnya langsung ke Danau Toba. Hal ini sudah pasti mengotori dan mengurangi kualitas air. Akibatnya masyarakat sekitar juga yang akan menjadi korbanya. Kurangnya partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan ini diikuti juga pengunjung yang datang ke Danau Toba untuk berwisata. Sisa-sisa sampah plastik makanan dan minuman terbuang di pinggiran danau. Hal ini mengakibatkan semakin kotornya air dan lingkungan. Tidak hanya itu, hal ini juga diperparah dengan masih berjamurnya keramba dan jaring apung di beberapa tempat di Danau Toba. Beberapa diantaranya ada milik pribadi dan ada milik swasta (perusahaan). Kotoran akibat pemberian pakan ikan yang berlebih dapat mengotori dan mencemari dasar danau. Akhirnya kualitas oksigen di dalam danau berkurang. Untuk itu perlu setidaknya pengurangan atau bahkan penindakan terhadap keramba yang merupakan penyumbang limbah terbesar di danau. Pendidikan menjaga lingkungan sangat penting. Hal ini dapat memberikan pengetahuan yang benar terhadap masyarakat, perusahan mengenai kesadaran bersama untuk menjaga danau.

Tanggung Jawab Pemerintah
Sudah sepatutnya masalah pencemaran air di Danau Toba merupakan kewajiban semua pihak yang terkait. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apalagi dengan adanya wacana pemerintah untuk mempromosikan kawasan Danau Toba sebagai “Monaco of Asia” hal ini penting untuk di perhatikan. Dengan adanya kondisi Danau Toba saat ini, untuk itu semua harus dipersiapkan sebaik mungkin. Perhatian untuk ini harus yang utama. Sejalan dengan program pemerintah ini kualitas air danau harus bagus. Karena persiapan yang ada saat ini akan ditentukan juga dengan keadaan air danau. Semua pihak harus terlibat dengan penanganan pencemaran air baik itu yang terdapat di perairan itu maupun di pinggiran sekitar danau.  
Dalam hal ini pemerintah tidak bisa lepas tangan dan berdiam diri. Penanganan akan pencemaran air dan lingkungan di Danau Toba sudah sangat berdampak luas terhadap segala hal. Banyak masyarakat yang mengambil kebutuhan hidup dari air danau. Mulai dari mandi, mencuci dan untuk kebutuhan air sehari-hari. Masyarakat saat ini menantikan regulasi yang bisa menangani buruknya air Danau Toba akibat sampah dan limbah yang terus semakin hari semakin bertambah. Penanganan yang cepat dan tepat perlu pada akhirnya agar tidak terjadi masalah serius di kemudian hari. Tidak hanya itu, sudah sepatutnya pemerintah juga menangani perusahan-perusahan yang bertindak curang dengan membuang limbah ke danau tanpa memperhatikan kualitas air. Kebijakan yang tak hanya menguntungkan sepihak merupakan hal yang benar. Perlu adanya konsolidasi antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan setempat. Pada akhirnya pencegahan adalah solusi yang memang efektif untuk menindak masalah perairan Danau Toba yang sudah semakin serius ini.
           



Posting Komentar

0 Komentar

5/random/slider

Temukan sesuatu disini

File Blog

Tentang Saya

Tentang Saya
Manusia biasa dan hanya Penikmat Kopi dengan sejuta rasa. Lebih baik hidup satu hari di surga daripada seribu tahun di dunia.

Recent Posts

3/random/post-list

Ad Code

Responsive Advertisement