"Kita tak tahu esok akan bagaimana, kita hanya berdoa untuk lebih baik"
Kebahagian inson dan harta kini lengkap sudah, anak kedua yang mereka tunggu-tunggu kini sudah lahir. Pagi itu seakan terasa cepat berlalu dengan bertambahnya anggota keluarga mereka.
“Anaknya laki-laki pak, bayinya sehat tanpa ada kekurangan apapun. Bapak bisa langsung melihatnya di ruangan ujung.” Ucap bidan berambut panjang itu kepada inson
“oh baik bu.” Jawab inson dengan penuh kebahagiaan
Dengan bergegas menuju ujung ruangan itu, inson hanya bisa tersenyum dengan kelahiran anak keduannya itu. kini sudah lengkap sudah, sepasang anak mereka perempuan dan laki-laki. Kini dirinya sangat bangga menjadi orang tua bagi anak-anaknya yang sekarang berada dipangkuannya itu. anak pertama kini sudah berumur enam tahun dan sebentar lagi akan memasuki bangku sekolah dasar dan anak kedua laki-laki ini lah anak yang ditunggu inson dan harta untuk melengkapi keluarga kecilnya.
Inson sudah memikirkan nama apa yang akan diberikan kepada bayi kecilnya itu. banyak nama dipikirannya tapi satu yang membuat dirinnya yakin bahwa nama bayi kecilnya adalah“Bram Pangestu”. Nama inilah yang akan membawa derajat dan martabat bagi keluarga itu kelak. Bram kecil akan menjadi anak yang sukses dan bisa menjadi bintang yang terang dalam kegelapan.
Memang biaya persalinan di klinik itu bisa dikatakan sangatlah murah. Karena apabila mereka bersalin ke rumah sakit biaya yang dikeluarkan sangatlah mahal dan akomodasi yang digunakan juga sangat terbatas. Pemilik kendaraan mobil di desa itu hanyalah satu dan bahkan tak jarang warga segan untuk menyuruh membantu keluarga yang sedang membutuhkan pertolongan.
Suara tangisan bayi kecil itu sangatlah merdu bagi keluarga kecil itu. kini anggota keluarga mereka sudah bertambah satu bahkan Tetangga di desa itu keluar masuk rumah kecil itu. seakan ingin melihat bayi yang kini sudah berumur sehari itu, mereka ikut bahagia dengan suasana di rumah itu.

0 Komentar