"Waktu bercerita, angin membisikkan"
Sore itu adalah waktu yang sudah di rencanakan warga untuk melakukan gotong royong saluran irigasi sawah. Memang hujan tadi malam tidak hanya meberikan kerugian bagi warga, namun juga memberikan keuntungan. Kini warga sudah bisa memulai untuk bertani lagi dan menanam padi untuk memenuhi kebuthan sehari-hari.
“Bapak-bapak sekalian, kita mulai saja dari hulu untuk membersihkan dan memperbaiki parit. Apabila ada parit yang jebol dan rusak, kita sama-sama meperbaikinya”. Seru Bapak RT yang memang setiap ada kegiatan selalu menjadi komandan dalam kegitan seperti itu.
“Baik pak!!, seru seluruh bapak-bapak yang hadir pada kegiatan gotong royong sore itu. memang pada kebiasaan masyarakat setempat, kegiatan gotong royong paling banyak dilakukan para kaum lelaki atau bapak-bapak. Dan sangat jarang sekali ibu-ibu ikut dalam mebersihkan irigasi. Biasanya ibu-ibu menyaipkan sarapan kepada bapak-bapak yang melakukan gotong royong di kampung itu.
Kegiatan gotong royong adalah kebiasaan setempat yamg selalu dijaga tradisinya hingga hari ini. Selain mempercepat kerja, gotong royong dapat memberikan hubungan dan komunikasi yang baik antara sesama tetangga di kampung. Dan tak jarang biasanya dikampung, tetangga kita sendiri sudah kita anggap sebagai keluarga kandung kita. Namun, tak jarang juga banyak dari petani lain yang tak ikut kegiatan gotong royong dikarenakan kesibukan masing-masing individu. Tapi bagi masyarakat di desa itu, berapapun yang ikut kegiatan, petani tetap membersihkan saluran irigasi sawah harus tetap berjalan.
Biasanya bapak-bapak akan menyusuri saluran parit dari hulu menuju hilir, agar ketika ada parit yang rusak dan banyak sampahnya dapat diperbaiki dan dibersihkan. Memang sudah hampir sekitar sebulan lebih petani di kampung mereka tidak bersawah, dikarenakan pasokan air ke sawah akibat cuaca kemarau sangatlah sedikit. Dan banyak dari sawah yang sudah retak dan kering akibat hujan tak kurung datang. Bahkan padi yang di simpan di dalam lumbung pun sudah mulai habis.
Sore itu semua petani sangatlah sibuk dengan kerjannya masing-masing. Sama dengan inson yang sedari tadi sedang memperbaiki parit sebelah ujung yang sedang jebol akibat derasnya hujan dan air yang mengalir tadi malam. Ada sekitar 20 an petani yang membawa cangkul dan arit untuk membersihkan saluran parit sawah mereka. Kini tak terasa bagi mereka, tak samapai sebulan lagi mereka sudah bisa menanam padi di lahan mereka.
“serpan pak!. Sahut seorang ibu dengan beberapa ibu lainnya yang sedang membawa makanan untuk para pekerja sore itu. biasanya makanan yang dibawa adalah makanan ringan seperti kue-kue dan segelas teh manis hangat. “Memang ini lah nikmatnya bila kita melakukan gotong royong bersama beberapa petani lainnya”. Pekerjaan semakin mudah dan sekarang saluran irigasi kita sudah bersih dan bisa mengalir dengan baik.” Sahut seorang bapak RT kepada bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir pada saat itu.
Kini pekerjaan sudah selesai dan para petani sudah bisa mengairi sawahnya dengan baik. Kebahagiaan petani kini sudah dimulai dan akan mereka tuai hasilnya dengan bulir-bulir padi ketika panen nanti
0 Komentar