Ad Code

Responsive Advertisement

Tanggap Bencana Musim Penghujan



Musim kemarau sudah berlalu, kini negara kita memasuki musim penghujan. Seyogyanya musim penghujan mulai dari bulan September hingga akhir bulan Februari. Sedangkan musim kemarau mulai bulan Maret hingga Agustus. Namun, setelah perubahan banyak yang terjadi pada ekosistem lingkungan dunia kita, akibat banyaknya pencemaran dan globalisai hingga menyebabkan perubahan cuaca yang semakin ekstrem, kini kita hampir tidak bisa membedakan bulan-bulan apa saja sering terjadi musim penghujan dan bulan apa saja musim kemarau. Cuaca ekstrem yang tiba-tiba terjadi bisa terjadi kapan pun. Misalnya pada bulan September hingga November tak jarang kini kita merasakan musim kemarau dan sebaliknya Maret hingga April musim penghujan.
Jika musim kemarau kita sering kesulitan memperoleh air, namun berbeda bila musim hujan berkepanjangan terjadi. Memang benar di beberapa daerah yang kesulitan memperoleh air bersih akan bersyukur jika musim hujan datang. Namun nasib di beberapa teampat tidak selalu sama. Hujan turun masih hitungan jam saja, beberapa daerah lain sudah banjir dan menyebabkan masalah baru lagi.
Kita tentu masih ingat dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di wasior, papua pada tahun 2010. Banjir yang terjadi pada 4 Oktober 2010 disebabkan kerusakan hutan dan diperparah lagi musim hujan yang tidak redah dalam beberapa hari. Dampaknya jelas, banjir bandang menyebabkan 158 orang tewas dan 145 orang hilang serta banyak korban yang luka-luka. Tidak hanya itu, sarana prasarana mulai dari rumah, sekolah, hingga pelayanan umum lain-nya pun ikut hancur akibat banjir bandang ini.
Kondisi cuaca ekstrem ini sering menyebabkan bencana. Mulai dari bencana kecil hingga bencana besar. Seperti yang terjadi pada tahun belakangan yang terjadi di negara kita. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun saja 2014 ada sekitar 697 bencana banjir dan longsor di Indonesia hingga menewaskan 339 orang. Bencana banjir juga telah membuat 1,7 juta jiwa mengungsi dan menderita serta ribuan rumah rusak berat.
Pada tahun 2017 bencana meningkat dan puncaknya terjadi di awal tahun 2018 ini. Akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi tadi, pada awal tahun ini negara kita sudah merasakan beberapa kejadian-kejadian. Sebut saja banjir di daerah Jepara, angin puting beliung di Kediri hingga baru-baru ini yaitu banjir dan tanah longsor memakan korban yang terjadi di Jakarta Dan Bogor.
Paling parah, pada minggu ini saja beberapa negara kita sudah sibuk untuk mengatasi banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Mulai dari daerah ibu kota yaitu Jakarta, daerah puncak di Bogor, Jepara dan daerah lainya yang ada di Indonesia. Memang daerah ini sering menjadi langganan banjir dan ini disebabkan cuaca ekstrem hingga membuat hujan tidak terbendung dan menyebabkan banjir dimana-mana. Terutama daerah jawa dan sekitarnya. Tidak bisa dipisahkan pada akhirnya ini disebabkan manusia dan manusia yang harus menerima akibat-nya.

Intensitas Curah Hujan Tinggi
Pada musim penghujan seperti saat ini, banyak hal yang bisa terjadi. Intensitas curah hujan yang sangat tinggi tidak seperti biasanya sering datang dan menguyur beberapa daerah. Tidak hanya itu, hal ini diperparah lagi dengan air hujan kiriman dari beberapa tempat lain yang mengalir dari sungai-sungai menuju hilir. Jika beberapa daerah tidak siap, banjir bisa terjadi. Seperti yang terjadi di daerah Jakarta dan Bogor. Daerah Bogor yang terkenal sebagai daerah yang sejuk dengan puncaknya dipenuhi banyak pohon pada beberapa waktu belakangan ini tidak sanggup menjadi resapan dan menahan hujan yang hampir turun setiap harinya pada bulan ini. Beberapa titik daerah mulai longsor dan menyebabkan beberapa jalan menuju puncak terhambat dan juga memakan korban jiwa.
Jika di Bogor terjadi tanah longsor, baru dua hari di guyur hujan Jakarta pun tak jauh berbeda nasibnya. Banjir mengenangi beberapa daerah di ibu kota. Bahkan di beberapa daerah ketinggian air hampir satu meter dan menggenangi pemukiman warga. Tidak hanya itu, walaupun hujan sudah redah, daerah ibu kota ini tak kunjung surut dari banjir masih terjadi. Jalan underpass bandara Soekarno-Hatta juga  longsor dan menyebabkan jalan amblas dan sempat mengganggu jalur lalu lintas.
Banjir yang terjadi di Jakarta memang sudah sering terjadi dan disebabkan sungai yang tidak berfungsi seperti semestinya. Banyaknya air kiriman yang berasal dari Bogor membuat sungai-sungai di beberapa daerah tidak mampu menahan laju yang semakin deras. Tidak hanya itu, kondisi sungai yang dipenuhi sampah dan tidak berfungsinya beberapa pompa air juga memperparah daerah Jakarta di musim hujan seperti saat ini. Jika tidak cepat diatasi musim penghujan yang masih panjang akan terus menggangu masyarakat dan memutus aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan.

Sosialisasi di Masyarakat
Jakarta dan Bogor hanya sebagian kejadian-kejadian dari bahanya-nya musim penghujan. Hujan yang turun pada bulan ini akan terus berlanjut. Pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai bencana yang bisa diakibatkan musim penghujan. Semakin buruknya kondisi lingkungan membuat hujan yang menjadi berkat, justru akan menjadi malapetaka.
Pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya korban jiwa di musim penghujan ini. Salah satu bentuk penting yaitu dengan mensosialisasikan kepada warga yang tinggal di daerah aliran sungai dan perbukitan serta pengendara yang melewati jalan licin untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Tidak hanya itu, masyarakat juga harus memperoleh edukasi dan pembelajaran mengenai kondisi alam yang sehat dan tidak. Sehingga masyarakat dapat mengetahui tanda-tanda bencana datang, sehingga korban jiwa dapat dicegah. Pemerintah juga harus cepat tanggap dan siaga untuk selalu memperhatikan daerah-daerah yang memang tidak layak untuk dijadikan pemukiman. Pada akhirnya warga dapat direlokasi dan menjauhkan dari bencana di musim penghujan

Posting Komentar

0 Komentar

5/random/slider

Temukan sesuatu disini

File Blog

Tentang Saya

Tentang Saya
Manusia biasa dan hanya Penikmat Kopi dengan sejuta rasa. Lebih baik hidup satu hari di surga daripada seribu tahun di dunia.

Recent Posts

3/random/post-list

Ad Code

Responsive Advertisement