Ketimpangan pelayanan kesehatan di negara kita memang sejak dulu menjadi sorotan yang tidak pernah selesai dibahas. Hal ini terlihat ketika kita membandingkan pelayanan kesehatan di kota dan desa semakin terlihat jelas. Tak hanya soal fasilitas dan pelayanan yang tidak memadai di desa, dari segi jumlah dokter pun kondisinya jauh berbeda. Ketimpangan ini tidak hanya membuat rendahnya tingkat kesehatan di desa dibandingkan di kota. Mungkin inilah yang dinamakan kondisi dokter spesialis kota. Kondisi dimana dokter hanya mau mengabdi di kota, bukan di desa atau pelosok daerah.
Kondisi ini selayaknya menjadi sorotan yang tidak hanya penting di perbaiki, juga menjadi suatu masalah baru bila tidak ada solusi yang tepat. Selayaknya abdi negara dan abdi masyarakat, dokter tidak hanya mengeneralisasikan dirinya hanya bekerja di kota-kota besar di Indonesia. Melainkan suatu keharusan yang penting memberikan pelayanan kesehatan kepada semua masyarakat baik itu di seluruh pelosok desa. Memang salah satu penyebab migrasi dari kehidupan desa yang kumuh mendorong masyarakat untuk senang pindah ke perkotaan. Dimana keinginan untuk memperoleh kesehatan dari pelayanan hanya didapat dari dokter yang hanya mendedikasikan dirinya di kota.
Jika kita sering melihat masyarakat yang sakit di desa, hanya sedikit yang bertahan dan berobat di daerahnya. Rata-rata mereka pergi ke kota mencari rumah sakit dan dokter yang bagus untuk bisa menyembuhkan sakit yang di derita diakibatkan di desa minimnya sarana baik itu dokter yang bekerja dan mengabdikan dirinya disana. Hal inilah yang sering dipertanyakan, bahwa seberapa meratanya pemberian pelayanan kesehatan terutama dokter di seluruh pelosok daerah Indonesia.
Seakan dokter berbondong-bondong untuk bekerja di perkotaan dan melupakan daerah lain yang sangat membutuhkannya. Tidak hanya itu, jika sudah ada dokter di setiap desa dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa kepada kota yang selama ini menjadi tongkat pegangan bagi mereka yang mencari pelayanan kesehatan yang baik dan terjangkau.
Visi Kementrian Kesehatan yang mengharapkan masyarakat Indonesia yang sehat mandiri dan berkeadilan faktanya masih sulit direalisasikan khususnya oleh daerah yang kurang diminati alias daerah terpencil seperti pedesaan. Bagaimana tidak, masyarakat belum seluruhnya bisa mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata, hal ini salah satunya disebabkan oleh ketimpangan pendistribusian Sumber Daya Manusia kesehatan khususnya dokter.
Langkanya dokter di daerah terpencil di negara kita seolah-olah dokter hanya dapat ditemui di daerah perkotaan dengan pelayanan kesehatan dan sarana yang lengkap dengan spesialis-spesialis yang mereka miliki. Hal inilah yang membuat sulit mewujudkan pelayanan yang adil, merata dan profesionalisme. Pelayanan yang merata artinya tidak ada pembatas atau gate, baik itu di kota maupun daerah terpencil yang sama haknya untuk memperoleh kebutuhan akan kesehatan.
Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2014 ada sekitar 4.000 desa di Sumatera Utara masih tertinggal dan sangat membutuhkan pelayanan kesehatan terutama Sumber Daya Manusia seperti dokter. Hal ini sangat minim dimana seperti daerah pelosok seperti Kabupaten Nias, Padang Sidempuan, Mandailing Natal dan Samosir sejak Tahun 2013-2015 hanya ada sekitar 300 dokter umum dan spesialis yang tersebar hanya di daerah perkotaan yang dekat dengan sarana prasarana seperti transposrtasi dan layanan kesehatan terjangkau.
The Right Man On The Right Place
Profesionalisme dan keadilan dalam pelayanan kesehatan dapat terwujud dengan menempatkan dokter sesuai dengan ranah pekerjaanya. Pelayanan kesehatan kuratif adalah dokter bukan profesi lainnya. Faktanya, pelayanan kesehatan yang dilakukan saat ini bisa berjalan dengan lancar hanya dengan kolaborasi lintas profesi, khususnya medis dan paramedis agar pelayanan khususnya pelayanan kuratif tetap bisa berjalan. Hal ini tidak bisa dipungkiri dimana tingkat dokter yang ada dan mau ditempatkan di daerah desa dan terpencil sangat jauh dari ideal. Berbanding terbalik dengan daerah perkotaan yang sangat mudah menemukan dokter mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.
Kota seakan sudah nyaman bagi para dokter untuk mealanjutkan karier profesionalitas dengan gaji dan pelayanan yang sangat memadai. Bukan hal yang biasa lagi dimana setelah tamat dari sekolah kedokteran hampir seluruh dari calon dokter berkeinginan untuk langsung bekerja di kota bukan di desa. Seakan sudah menjadi prioritas utama yang harus ditepati dan menjadi keinginan dari setiap dokter untuk lebih baik lagi.
Solusi Terbaik
Ditengah-tengah krisis dokter di desa sangat perlu suatu terobosan baru yang tidak hanya menjadi bualan semata. Solusi yang tepat adalah duduk bersama antara pemerintah dengan organisasi profesi baik itu bidan, perawat dan juga dokter. Hal ini dapat menemukan suatu inovasi baru dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang baik di desa. Meratakan pelayanan di desa seperti di kota adalah yang terpenting. Meningkatkan keinginan-keinginan dokter untuk mau melayani bukan hanya di kota, namun juga di seluruh pelosok Indonesia.
Fungsi pengabdian masyarakat sangat perlu ditingkatkan. Kesehatan sangat dibutuhkan setiap individu yang ada di seluruh daerah. Pemerintah sebagai lembaga yang mengatur sudah seharusnya dapat memberikan pelayanan terbaik dengan menempatkan dokter-dokter di setiap desa dan pelosok daerah, karena dokter bukan spesialis di kota namun di setiap daerah. Hal ini tidak hanya dapat mengurangi buruknya kesehatan negara kita, juga dapat meberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena kesehatan milik setiap individu yang ada di seluruh Indonesia.
0 Komentar