Negara kita merupakan daerah yang terletak di zona katulistiwa yang dimana ini menyebabkan Indonesia hanya merasakan dua musim yaitu hujan dan musim kemarau. Kondisi seperti ini membuat negara kita sering mengalami beberapa bencana alam yang tidak menentu akibat terjadinya pergantian cuaca yang tidak stabil. Seperti salah satu contoh yaitu yang terjadi dikala musim hujan yang panjang sering menyebabkan banjir di beberapa daerah. Pada musim kemarau sulitnya mendapatkan air bersih dan merosotnya hasil tanaman para petani juga menjadi hal yang sudah biasa. Tidak hanya itu, tanah longsor dan kebakaran hutan acap kali menjadi bagian yang tidak bisa dihentikan jika alam sudah berkehendak. Hal ini membuat kita perlu memberikan perhatian khusus yang tidak hanya membutuhkan alam untuk dapat memberikan kenyamanan. Namun pada kenyataanya sering sekali alam murka dan memakan korban.
Semakin sempitnya aliran sungai yang diakibatkan sampah yang menumpuk juga menambah persoalan baru yang memang tidak pernah habisnya. Air yang mengalir yang datang dari hulu selalu membawa sampah-sampah rumah tangga. Dimana bila sudah menumpuk di hilir akan dapat menyebabkan menyempitnya aliran sungai itu sendiri. Sampah rumah tangga tidak hanya berbentuk plastik, namun banyak juga sisa-sisa barang yang tidak terpakai seperti lemari, meja, pakaian dan barang-barang lainnya. Tak hanya itu, akibat dari menumpuknya barang-barang ini membuat degradasi lahan sungai dan sering sekali menyebabkan merosotnya kemampuan sungai itu sendiri untuk dapat menahan laju air. Hal ini membuat beberapa kalangan takut bila musim hujan datang dan menambah debit air dan pada akhinrya menyebabkan banjir.
Meningkatnya curah hujan dan semakin bertambahnya debit air pada musim ini juga semakin menambah masalah baru. Hal ini kerap sekali menjadi malapetaka bagi beberapa daerah yang ada di negara kita terkhusus Kota Medan. seperti yang kita ketahui beberapa daerah selalu menjadi langganan banjir yang sering membuat kita khawatir. Bantaran sungai yang dipenuhi dengan sampah dan tidak normalnya air mengalir akibat semakin sempitnya bahu sungai membuat air mengalir dan masuk ke pemukiman masyarakat dan menyebabkan banjir. Banyak yang mengungsi dan sering menyalahkan orang lain bila bencana sudah datang.
Terkadang kita tidak pernah sadar dan kurang peduli dengan lingkungan terutama sungai. Daerah yang menjadi sumber air bagi kita sering kualitasnya tidak sesuai untuk dikatakan sebagai air bersih. Banyaknya pencemaran yang diakibatkan sampah rumah tangga dan limbah pabrik tak perah bisa terkontrol baik itu pemerintah dan terutama kesadaran kita sebagai individu yang membutuhkan air sungai.
Menurunya kualitas air sungai, menjadikan kita selalu kesulitan untuk memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, air adalah sumber utama yang tidak bisa kita kesampingkan dalam hidup kita. Mulai dari minum, memasak, mandi dan untuk kebutuhan lainya. Air yang kita gunakan berasal dari sungai yang bersih dan tidak tercemar oleh limbah pabrik dan sampah kotoran yang dapat membuat menurunya kualitas air sungai. Jika sungai sudah tercemar dan banyak sampah dimana-mana, sudah bisa dipastikan air tersebut sudah tidak layak digunakan baik itu mencuci ataupun untuk hal lain.
Selain itu yang perlu kita perhatikan, banyaknya pemukiman yang berdiri di sepanjang bantaran sungai juga sering tidak memiliki perizinan. Oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan membangun rumah-rumah tidak layak huni di sepanjang pinggiran sungai tanpa memikirkan resiko masa depan yang akan mereka hadapi. Pemukiman tetap yang selalu menjadi penyebab utama semakin sempitnya daerah aliran sungai. Tembok yang dibangun bersampingan dengan sungai dan tanpa ada pembatas sama sekali membuat daerah resapan air berkurang dan membuat air membludak dan masuk ke daerah pmukiman masyarakat.
Pentingnya Rehabilitasi Sungai
Normalisasi sungai dan mengembalikan fungsi sungai seperti semula adalah hal yang sangat penting. Sungai sudah sejak dulu menjadi tempat memenuhi kebutuhan mulai dari memperoleh air bersih, menangkap ikan, pelayaran ke tempat lain dan sudah harus dikembalikan seperti semula yang dimana sering kita lupakan dan membuat sungai tidak berfungsi secara baik.
Rehabilitasi sungai adalah proses pengembalian fungsi utama sungai yang dimana sebagai tempat air mengalir dan tempat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Perbaikan sungai sangat penting demi menjaga kelestarain generasi masa depan yang lebih baik. Sungai sebagai daerah yang penting memiliki arti yang tidak hanya sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah. Kestabilan dan efek masa depan perlu diperhatikan demi mencapai tujuan bersama. Gangguan dan pencemaran disebabkan ketamakan kita dan kurang mampunya kita dalam menjaga sungai sebagai lingkungan yang bersih.
Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan demi mencapai sungai yang baik adalah dengan melakukan penanganan kanan kiri sungai, hulu sungai dan yang utama pengerukan bantaran sungai untuk membuat aliran sungai yang stabil dan tidak masuk ke pemukiman warga. Selain itu penting kita memantau fungsi alamiah lingkungan sungai dari pencemaran lingkungan yang dapat menghalangi proses perbaikan sungai itu sendiri.
Teknologi pemodelan perbaikan sungai yang saat ini sudah modren perlu diterapkan di negara kita. Sebagai salah satu contoh yaitu pemulihan aktifitas pinggiran sungai dari hal buruk yang dilakukan masyarakat mulai dari pelarangan dan pemberian sanksi yang tegas kepada yang mebuang sampah kesungai adalah penting. Tidak hanya itu, pengembalian ekosistem sungai yang sudah tercemar juga dapat dilakukan dengan membersihkan sepanjang aliran sungai dengan model komperensif dan mengutamakan prioritas lokasi rehabilitasi
Mulai Dari Diri Sendiri
Perbaikan sungai tidak semata hanya masalah pembuangan limbah dan sampah dengan kuantitas yang besar. Hal sepele yang sering kita lakukan merupakan peyebab utama sampah menumpuk dan mencari jalan pintas dengan membuang sampah ke sungai tanpa mau merepotkan diri sendiri. Tidak hanya itu, sering kita menjadi seorang individu yang munafik dan menjadi pemberi kontribusi negatif atas rusaknya sungai mulai dari menurunya kualitas air dan semakin sempitnya daerah aliran sungai.
Sebagai manusia yang tidak biasa dengan bencana alam, kita sering merasa sedih dan prihatian dengan mereka yang merasakan bencana banjir. Terhentinya kegiatan sehari-hari, anak tidak sekolah, masyarakat tidak bekerja dan ini adalah akibat kita. Kita memiliki andil penting dalam perubahan. Namun terkadang kita sering menjadi pemberi perubahan yang buruk dan selalu merasa hebat tanpa ada kerendahan diri untuk mau memperbaiki dan merubah sungai ke arah yang lebih baik.
Membuang sampah tidak di sungai melainkan di tempat sampah merupakan bagian yang penting. Kita perlu kesadaran bahwasanya sampah dapat memberikan dampak buruk bagi sungai dan diri kita sendiri utamanya. Normalisasi dengan tidak membuang sampah dan tidak membangun perumahan baik itu permanen maupun bongkar dapat memberikan kontribusi positif dalam mengurangi penyempitan air dan utamanya kualitas air itu juga. Pembersihan sungai tidak hanya tugas dari dinas kebersihan daerah kita, namun semua bagian-bagian dalam ekosistem kehidupan terutama kita masyarakat umum. Pencemaran sungai kita yang membuat dan harus kita juga yang memperbaikinya.
0 Komentar