Ad Code

Responsive Advertisement

Kita Rawan Bencana Alam



Negara kita adalah negara yang kaya dan subur. Tanah terhampar luas, birunya lautan hingga hijaunya hutan menganga indah dipandang. Kondisi kekayaan bangsa Indonesia  adalah syukur dari pemberian Sang Pencipta. Beribu jenis flora dan fauna singgahsana menghiasi negeri yang kita cintai. Gunung yang tinggi dan sungai dengan berbagai ekosistem kehidupan didalamnya saling berkesinambungan untuk melengkapi. Tak bisa kita pungkiri bahwasanya ini adalah suatu kebanggaan yang selalu membuat kita tidak akan pernah bosan untuk menikmati dan mengeksplorasi setiap sudut keindahannya.
Ternyata, dibalik keindahan dan kekayaan negara kita ada satu hal yang sering menghantui kita. Mungkin saya dan anda sering bertanya-tanya mengapa Indonesia sering terjadi bencana alam?. Hampir setiap pekannya selalu ada kejadian-kejadian bencana alam yang tidak terduga baik itu memakan korban maupun tidak. Adapun bencana yang sering terjadi seperti kebakaran, tsunami, tanah longsor, gempa bumi dan masih banyak lagi. Seperti beberapa hari yang lalu, bencana alam juga terjadi di daerah keluarga penulis yaitu daerah Kabupaten Samosir dengan kekuatan 5,4 skala richer. Walaupun tidak menyebabkan kerusakan, namun getaran menyebabkan kegelisahan dimasyarakat daerah sekitar. Setelah itu tak berselang lama tanggal 14 Juli 2017 gempa juga terjadi lagi di daerah Kabupaten Sidempuan dengan kekuatan 5,5 skala richter. Walaupun tidak ada korban, gempa ini menyebabkan banyak rumah dan perabotan masyarakat yang rusak.
Memiliki kondisi geografis, biologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang di sebabkan oleh faktor alam, faktor nonalam, maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu. Secara geografis, Indonesia terletak pada dua samudra yakni samudra hindia dan samudra pasifik. Indonesia juga terletak diantara dua benua yakni benua Asia dan benua Australia, Indonesia juga terletak di daerah tropis yang merupakan daerah yang dilintasi oleh garis khatulistiwa.
Selain itu Indonesia juga terletak di kontinen martim yang menyebabkan sekitar 80% wilayahnya adalah air laut. Secara geologis, Indonesia terletak dijalur tiga lempeng tektonik. Ketiga lempeng inilah yang sering mengalami gesekan. Akibat dari letak Indonesia secara geografis dan secara geologis tersebut mengakibatkan Indonesia sering terjadi bencana seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, Angin kencang, gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan lain sebagainya.
Menurut data dari Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama tahun 2017 berjalan, ada 1.368 total jumlah kejadian bencana alam yang terjadi. Dengan korban meninggal dan hilang 227 jiwa, korban menderita 1.710.973 dan kerusakann pemukiman 18.983 unit. Adapun bencana alam yang terjadi yaitu banjir, tanah longsor, gelombang pasang, gempa bumi, kebakaran dan puting beliung.
Kondisi wilayah kita yang berada di zona merah tersebut menyebabkan banyak kalangan sangat mengkhawatirkan akan sering terjadi bencana-bencana yang tak terduga di kemudian hari. Bencana-bencana ini akan membuat masyarakat cemas dan ketakutan yang mendalam. Bencana alam tidak pilih-pilih dalam memakan korban, baik orang kaya atau orang miskin, pandai dan bodoh, terpandang atau tidak semua akan merasakan bila bencana datang.

Masyarakat Cemas
Bencana alam selalu menyisahkan tangis dan air mata. Tak hanya memakan korban, namun juga menyebabkan banyak fasilitas-fasilitas bangunan yang rusak dan timggal hanya menyisahkan puing-puing. Bencana selalu menyebabkan masyarakat cemas. Kecemasan timbul akibat persoalan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Mereka khawatir kehilangan keluarga, teman, dan harta benda yang dimilikinya. Ketakutan disebabkan setiap individu tidak tahu kapan dan bencana apa yang akan terjadi dikemudian hari. Selain itu akibat dari bencana alam selalu menyisahkan penderitaan yang sangat mendalam bagi setiap orang yang merasakanya.
Tak ada manusia yang bisa mengetahui kapan bencana akan datang. Walaupun sudah ada ramalan-ramalan kejadian baik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ataupun dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), tak ada jaminan bahwa bencana tersebut tidak memakan korban. Bencana juga silih berganti dan tak tahu kapan akan berakhir. Bisa saja dalam hitungan menit bencana alam sudah meluluhlantakan suatu wilayah tanpa ada ampun sedikitpun. Hal inilah yang mebuat sebahagian orang akan trauma bila terjadi keadaan-keadaan tersebut terjadi.

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Kejadian yang sering terjadi akan membuat masayarakat khawatir. Masyarakat akan menjadi korban bila terjadi bencana alam. Untuk itu perlu suatu penanganan yang dimana dapat membuat masyarakat mampu memberikan kontribusi apabila terjadi bencana alam. Masyarakat perlu ditingkatkan kesadaranya agar dapat menghidari bencana alam suatu hari nanti. Kesadaran adalah bentuk yang sangat penting bagi setiap individu. Tak hanya menambah pengetahuan mengenai bencana alam, namun juga masyarakat itu juga mampu keluar dari bencana yang suatu ketika terjadi.
Tanggap darurat tak hanya dilakukan oleh instansi-instansi pemerintahan seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Remaja (PMI) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), namun harus terlibat semua lapisan masyarakat. Pemerintah bisa saja memberikan bantuan tapi kita juga harus berkontribusi dan ikut serta dalam memahami kondisi wilayah kita. Mengetahui daerah-daerah yang rawan bencana alam sangatlah penting. Terutama dampak dari bencana alam akan terjadi dari daerah yang rawan tersebut.

Kontribusi Pemerintah
Sesungguhnya pemerintah yang baik adalah pemerintah yang selalu menjaga warganya dari berbagai macam bencana alam. Bencana alam dapat datang kapanpun dan kita harus siap siaga. Ada banyak peran pemerintah yang harus ditingkatkan dalam penanggulangan bencana alam. Dalam hal ini pemerintah tak hanya menjadi lembaga yang datang ketika kejadian sudah terjadi, namun harus lebih dari itu. Peran pemerintah yang selama ini kurang yaitu dalam sosialisasi dalam tanggap darurat bencana alam. Pemertaan rawan bencana alam sangatlah penting bagi pengetahuan setiap individu. Hal ini perlu ditingkatkan dengan memningkatkan kontribusi sosialisasi tadi.
Untuk mengurangi kecemasan masyarakat kita, penting peran pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tanggap darurat bencana alam. Masyarakat perlu membuat pondasi keberanian dalam diri masyarakat itu sendiri. Perlu pengetahuan dari pemerintah mengenai apa yang dilakukan  masayarakat apabila terjadi bencana alam. Hal-hal apa yang tidak membuat ketakutan, sehingga tak hanya mampu menyelamatkan dirinya sendiri namun juga dapat menyelamatkan orang lain. Hingga pada targetan akhirnya,  masyarakat tidak buta dengan wilayah bangsa kita yang sangat rawan bencana alam. Karena kita memang rawan bencana alam.

Posting Komentar

0 Komentar

5/random/slider

Temukan sesuatu disini

File Blog

Tentang Saya

Tentang Saya
Manusia biasa dan hanya Penikmat Kopi dengan sejuta rasa. Lebih baik hidup satu hari di surga daripada seribu tahun di dunia.

Recent Posts

3/random/post-list

Ad Code

Responsive Advertisement