Ad Code

Responsive Advertisement

Medan Dan Jaringan Narkoba

Oleh : Daniel Turnip 


Permasalahan kota medan memang tak pernah habisnya. Sejak menjadi kota metropolitan, Kota Medan bereingkarnasi menjadi tempat yang penuh dengan kemelut. Wilayah dengan daerah terbesar di Sumatera Utara ini seakan tak pernah berhenti. Penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Medan akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Hampir semua kalangan merupakan sasarannya. Terutama remaja dan anak muda. Narkoba termasuk kejahatan luar biasa (ekstra ordenary crime) yang sangat merusak fisik maupun mental generasi penerus bangsa.
Dalam hal ini perlu perhatian yang sangat serius untuk memerangi dengan melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan. narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktiflainnya. Dalam kepentingan positif dapat bermanfaat untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau pengobatan yang sesuai dengan standar-standar ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam sisi negatif, narkoba sangat berbahaya bila disalahgunakan
            Menurut data Badan Narkotika Nasional Nasional Indonesia (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol. Andy Loedianto mengungkapkan Sumatera Utara merupakan nomor satu urutan peredaran narkoba di Indonesia. Sedangkan Kota medan berada di urutan ketiga dari seluruh kota di Indonesia dan termasuk zona merah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya narkoba yang berhasil ditemukan diberbagai lokasi di Kota Medan. Peredaran barang narkoba ini juga sudah berasal dari luar negeri seperti Malasya, Thailand dan Tiongkok. Ini diakibatkan sangat mudahnya masuk ke Sumatera Utara terutama ke Kota Medan.
Selain itu ini bisa diketahui melalui pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di sekitar pantai. Ada sekitar 30 pelabuhan kecil yang ada di pesisir Selat Malaka dan sangat berpotensi jalur masuk narkoba. Kota medan dengan kemajemukan masyarakat yang ada merupakan jalan masuk yang sangat mudah untuk peredaran narkoba. Biasanya narkoba yang masuk ke Kota Medan berasal dari mafia dan menjadikan Kota Medan sebagai tempat surganya narkoba.
            Penyebaran narkoba akan selalu ada dengan pergerakan Kota Medan yang semakin hari semakin membangun. Pembangunan menuju Kota Metropolitan akan membuat kejahatan ini akan selalu berkembang. Melalui jaringan-jaringan yang tersusun rapi oleh mafia-mafia narkoba. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa titik-titik wilayah yang rawan peredaran. Terutama daerah pemukiman yang ramai dan kumuh. Daerah seperti ini adalah tempat yang strategis untuk penyebaran narkoba. Tak hanya itu banyak juga membuatnya sebagai surganya narkoba di Kota Medan. sebut saja seperti Kampung Kubur atau sekarang disebut Kampung Madras yang masih maraknya peredaran narkoba. Tak hanya itu, beberapa wilayah seperti Helvetia dan Pinang Baris juga termasuk kedalam daerah yang sering dilakukan pengrebekan narkoba.
 Dari kegiatan tangkap tangan yang dilakukan, sejak tahun 2013 hingga awal 2017 kenaikan penyebaran narkoba sangat signifikan. Kota Medan kini sudah mengalahkan Kota Surabaya dan berada tepat dibawah setelah Kota Jakarta. Peningkatan ini juga dibuktikan sejak periode ini hampir 20 persen terjadi kenaikan penyebaran narkoba yang sangat signifikan di Kota Medan. Kenaikan itu dirangkum berdasarkan jumlah kasus dan tersangka yang diamankan jajaran sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Jaringan Tersusun Rapi                                   
Aktifitas narkoba  diduga di kendalikan mafia-mafia internasional yang masuk melalui importir. Jaringan sudah tersusun rapi dan sangat sulit untuk terungkap pembuktiannya. Beberapa pemasok barang biasanya masuk dari Provinsi Aceh dan Riau. Hal ini berkaitan dengan bos importir wilayah Sumatera. Wilayah pesisir yang penuh dengan pelabuhan kecil sangat jarang untuk dipantau. Hal ini diperparah dengan banyaknya cara yang dilakukan untuk bisa memuluskan barang agar sampai ke tujuan. Cara yang dipakai bermacam-macam. Mulai dari menyembunyikan narkoba di dalam produk jualan dan bahkan ada yang langsung membawa di dalam tas atau barang bawaan. Jaringan bandar narkoba ini tida hanya satu atau dua.
Dari beberapa penelitian ada puluhan bahkan ratusan yang masih menjalankan bisnis narkoba terutama di Kota Medan. Buntunya pemberantasan yang hanya dilakukan terhadap penyebar bukan bandar langsung mempersulit penanganan narkoba di Kota Medan. dari beberapa razia tangkap tangan yang dilakukan pihak kepolisian bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Indonesia (BNN), pengrebekan hanya sampai pada kurir. Beberapa dari mereka hanya menjadi suruhan dari para bandar narkoba yang bekerja di belakang layar.
            Jejak narkoba di Kota Medan sebenarnya sangat mudah di telusuri. Banyak tempat-tempat yang memang digunakan para pengedar untuk menjual narkoba  langsung ke para konsumen. Tempat-tempat prostitusi malam dan perumahan yang sangat padat penduduknya termasuk kedalamnya. Selain itu rumah kontrakan dan kost-kostan juga tempat yang paling sering ditemukan barang narkoba. Jaringan bandar yang memanfaatkan situasi hiburan malam dan labilnya anak muda merupakan salah satu contoh. Penyebaran dilakukan dari orang ke orang yang berada di satu wilayah atau berdekatan rumahnya. Ini teridentifikasi dimana penyebaran narkoba ini sudah masuk ke dalam lapisan masyarakat yang dimana melibatkan anak muda dan remaja yang masih sekolah.
Melibatkan Semua Pihak
Setelah sekian banyak permasalahan narkoba yang terjadi di Kota Medan, perlu penanganan yang bersifat preventif yang bisa dilakukan. Pencegahan yang sangat berguna untuk kedepanya. Untuk itu masyarakat Kota Medan harus dilibatkan dalam mengatasi masalah narkoba ini. Melalui pendidikan dan pengetahuan yang bisa di mengerti sangat mungkin masyarakat dapat memberikan solusi. Selama ini banyak masyarakat yang tidak peduli akan semakin maraknya perkembangan narkoba. Jaringan-jaringan narkoba yang terkoordinasi secara baik sangat sulit untuk di berantas. Perlu adanya penanganan khusus yang tak hanya bersifat sebelah pihak.
Revolusi mental yang saat ini di kobarkan pemerintah perlu untuk di tingkatkan. Pemahaman akan bahaya narkoba penting ditanamkan. Masyarakat tidak buta dengan narkoba dan tahu bagaimana mengatasi apabila terjadi di lingkungan-nya. Dimana bila ada peredaran narkoba di lingkungan, masyarakat bisa mengetahui dan melapor langsung ke pihak yang berwajib. Tujuannya agar keresahan-keresahan mengenai penyebaran ini tidak sampai mengancam generasi muda kedepannya.

Terbit Di Harian Analisa tanggal 31 Maret 2017


Posting Komentar

0 Komentar

5/random/slider

Temukan sesuatu disini

File Blog

Tentang Saya

Tentang Saya
Manusia biasa dan hanya Penikmat Kopi dengan sejuta rasa. Lebih baik hidup satu hari di surga daripada seribu tahun di dunia.

Recent Posts

3/random/post-list

Ad Code

Responsive Advertisement