Ad Code

Responsive Advertisement

Eksistensi Pendidikan Dimasa Pandemi


"Jika masyarakat saja sudah bisa berbelanja ke pasar tanpa merasakan ketakutan, dunia pendidikan yang merupakan salah satu sentral kebutuhan  perkembangan anak juga seharusnya sudah dapat beraktifitas seperti sedia kala".  

Oleh: Daniel Turnip

Belakangan ini sejak bergulirnya masa pandemi di seluruh dunia, semua struktural kehidupan mulai beralih dan berubah. Tidak hanya tatanan kehidupan, mulai dari cara hidup bersih dan sehat, beragama dan bersosial hingga ketakutan yang tidak hanya melanda sebagian orang, lebih tepatnya seluruh pelosok bumi. 

Kondisi ini juga diperparah dengan banyaknya pasien baru yang menyebabkan masyarakat di lingkungan sekitar merasa was-was bahkan tidak sedikit yang takut keluar rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Sebut saja di Indonesia, sebagian orang lebih banyak menghabiskan waktunya berada dirumah, belajar dari rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar seperti berbelanja bekerja dan lainnya. Bahkan banyak masyarakat menyebutkan "stay at home".

Tidak hanya dunia kesehatan saja yang sibuk disaat pendemi yang masih melonjak, dunia pendidikan kita juga saat ini sedang dibingungkan dengan persoalan proses belajar mengajar. Para siswa saat ini diharapkan bisa belajar tidak hanya datang ke sekolah melainkan hanya menggunakan Gadget atau laptop dengan memanfaatkan aplikasi online untuk dapat daring dan berkomunikasi dengan gurunya. 

Dengan dikawatirkannya masih merebah virus pandemi covid 19,  guru, orang tua dan siswa diharapkan mampu bersinergi untuk dapat melakukan aktivitas proses belajar mengajar tanpa harus datang ke sekolah dengan memanfaatkan jadwal yang sudah ditentukan. Strategi proses pembelajaran yang layak sangat diperlukan dalam menunjang ketersediaan pendidikan yang sangat dibutuhkan  bagi siswa yang ingin menuntut ilmu dengan proses belajar mengajar.

Ketersediaan Fasilitas

Namun, dalam masa pandemi ini para siswa dibingungkan dalam melakukan proses belajar mengajar. Siswa tidak hanya diharapkan bisa berkomunikasi secara online, tetapi juga harus memiliki fasilitas seperti handphone, paket internet, dan lebih  pentingnya lagi siswa harus memiliki jaringan seluler untuk dapat berkomunikasi. Hal inilah yang membuat banyak siswa dan guru merasa proses belajar mengajar sulit dilaksanakan.

Jika sebelumnya proses belajar mengajar langsung dilakukan dengan tatap muka, kali ini dikarenakan masa pandemic covid-19 teknik yang harus dilakukan guru harus memanfaatkan kondisi yang ada. Pada prakteknya, proses belajar mengajar secara online jika dilakukan di perkotaan memang tidak mengalami kendala. Kebiasaan siswa yang sudah sering melakukan pembelajaran online memang tidak sulit lagi dilakukan. Ketersediaan fasilitas juga sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di pedesaan, masih banyaknya siswa yang tidak memiliki fasilitas seperti handphone membuat proses belajar mengajar ini tidak berjalan dengan baik. 

Menurut Oemar hamalik pembelajaran merupakan kombinasi yang tertata meliputi unsur manusiawi, perlengkapan, fasilitas  dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan dari pembelajaran. Jika salah satu kombinasi tersebut tidak melengkapi, proses belajar mengajar menjadi tidak efektif dan efisien. Dalam prakteknya guru dan siswa harus saling memahami, guru diharapkan mampu menggunakan fasilitas online dengan mengikuti perkembangan teknologi dan disatu sisi siswa juga harus dapat menerima pembelajaran dengan menggunakan fasilitas pembelajaran yang dia miliki.

Agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan proses pembelajaran dapat diterima siswa, fasilitas yang dimiliki siswa harus sangat mendukung. Inilah yang disebut dengan komunikasi pembelajaran dua arah. Pada praktiknya dilapangan, Masih banyak siswa yang tidak memiliki fasilitas handphone tersebut. Tidak hanya fasilitas handphone saja yang menjadi keluhan, jika pun sudah memiliki handphone siswa diharapkan juga dapat berkomunikasi dengan jaringan seluler yang tersedia. Kita mengetahui tidak semua jaringan seluler yang ada di Indonesia sudah mencakup ke pelosok daerah. Susahnya memperoleh jaringan seluler ini juga dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Bahkan di beberapa daerah saja banyak siswa untuk mendapatkan jaringan seluler harus berpindah tempat ke daerah yang lebih tinggi seperti bukit dan memanjat pohon untuk mendapatkan jaringan saat proses belajar mengajar online. 

Lalu apakah proses belajar mengajar ini sudah efektif? tentu tidak. Jika salah satu antara guru dan siswa memiliki kendala saat komunikasi online, sebut saja ketika jaringan siswa tidak dalam keadaan stabil, ini membuat ilmu yang disampaikan guru menjadi tidak efisien diterima kepada siswa. Bahkan, ketersediaan paket internet juga menjadi salah satu hal yang sangat penting agar aplikasi dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Guru juga tidak dapat memantau apakah siswa melakukan pembelajaran yang baik dan benar.

Lalu apa yang harus dilakukan dalam masa pandemi covid 19?. Pemerintah seharusnya membuat regulasi yang mempermudah guru dan siswa dalam melakukan aktivitas proses belajar mengajar tanpa harus membebani orang tua dan siswa dengan menyediakan fasilitas yang tentunya tidak murah bagi sebagian orang. Jika masyarakat saja sudah bisa berbelanja ke pasar tanpa merasakan ketakutan, dunia pendidikan yang merupakan salah satu sentral kebutuhan  perkembangan anak juga seharusnya sudah dapat beraktifitas seperti sedia kala. 


Posting Komentar

0 Komentar

5/random/slider

Temukan sesuatu disini

File Blog

Tentang Saya

Tentang Saya
Manusia biasa dan hanya Penikmat Kopi dengan sejuta rasa. Lebih baik hidup satu hari di surga daripada seribu tahun di dunia.

Recent Posts

3/random/post-list

Ad Code

Responsive Advertisement