Kota Medan adalah salah satu kota terbesar dan termaju di Provinsi Sumatera Utara. Daerah yang memiliki luas 265,1 Km2 ini baru saja merayakan ulang tahun ke 427 tahun ini. Umur yang sudah sangat tua bukan. Ya, inilah Kota Medan dengan segala dinamika yang terjadi selalu menjadi sorotan yang sangat menarik bagi pengamat yang memandang kondisi Kota Medan tidak jauh dari kota tua yang tidak ada perubahan sama sekali. Kota Medan masih banyak yang perlu diperbaiki terutama dari sisi infrastruktur dan kondisi jalan yang sangat rawan memakan korban.
Jalan berlubang, rusak, berlumpur dan banjir sudah pemandangan biasa di Kota Medan. jalan-jalan dengan kondisi rusak dan berlubang ini hampir bisa ditemukan di setiap jalan yang ada. Dari 21 Kecamatan dan 121 Kelurahan di Kota Medan hampir semuanya terdapat jalan rusak. Hal ini dapat membuat pengendara harus berhati-hati dalam memacu kendaraanya bila melewati jalan seperti ini. Kondisi ini diperparah lagi dengan musim hujan yang selalu datang ketika semua jalan masih belum diperbaiki sedikitpun. Kubangan dan kolam-kolam kecil terkadang tidak terlihat dan dapat menyebabkan pengendara terjatuh.
Salah satu contoh jalan yaitu di daerah Jalan S Parman, Jalan Glugur-Gatot Subroto, Jalan Nibung Raya dan Jalan Sutomo ujung. Hampir dapat dilihat di setiap titik banyak lubang-lubang yang sangat membahayakan dan dapat memakan korban apabila tidak hati-hati. Kawasan ini selalu menjadi sorotan bagi pengguna jalan yang selalu khawatir akan keselamatan bila memandang kondisi jalan yang menghubungkan pusat kota dengan daerah pinggir Kota Medan seperti daerah Simalingkar dan Pancur Batu. Jalan besar ini selalu dipergunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang bekerja, kuliah dan hanya untuk mengelilingi Kota Medan.
Kondisi jalan banyak berlubang ini diperparah dengan kondisi musim hujan yang hampir rutin turun setiap minggunya. Apabila kita perhatikan, jalan bagus dan berlubang hampir sama bila sudah datang hujan. Kubangan seperti kolam ini sering memakan korban. Mulai dari kecelakaan ringan hingga ada yang meninggal dunia akibat tidak hati-hati dengan jalan yang berlubang ini. Hal ini perlu diwaspadai dimana Kota Medan merupakan sektor pembangunan yang cepat di daerah Sumatera Utara. Sudah seharunya pembangunan juga tak hanya mementingkan individu, namun juga harus mempertimbangkan masyarakat luas. Dalam hal ini perlu perhatian khusus agar tidak ada lagi yang memakan korban.
Bermunculanya proyek-proyek penggalian juga ternyata merusak jalan yang sedang dalam kondisi baik. Banyak perusahaan yang melakukan penggalian untilitas tidak bertanggungjawab dengan sisa-sisa proyek galian yang sudah pasti membuat lubang-lubang baru di jalan. Lubang kecil akibat proyek akan bertambah besar apabila sudah dilewati pengendara mobil dan motor. Proyek dengan menggali sisi bahu jalan tanpa memeperhatikan dampak sering terjadi. Mulai dari merusak drainase air juga dapat membuat jalan-jalan rusak dan menjadi pekerjaan baru bagi pemerintah.
Proyek penggalian ini tak hanya merusak jalan namun juga menambah macet di berbagai sektor. Sudahlah jalan sempit ada pengerjaan galian, hal menambah masalah yang tak pernah selesai. Hal ini tak boleh hanya dipandang seperti ini saja, perlu ada tindakan dan sanksi untuk perusahaan-perusahaan untilitas yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan kepentingan banyak orang.
Proyek seperti ini sebenarnya sering kita temui di setiap sudut Kota Medan. Tumpukan tanah dan tercecer juga masuk ke dalam jalan. Apalagi jika sudah musim hujan datang. Tanah yang masuk ke jalan akan menyebabkan kubangan yang dapat merusak jalan dan membuat jalan licin. Jalan licin juga akan dapat memakan korban. Mulai dari pengendara tergelincir dan tidak stabil dalam mengendarai kendaraan mereka.
Tolonglah Pak
Ternyata di Kota Medan tak hanya lubang berjalan-jalan namun jalan juga berlubang-lubang. Hal ini menjadi sorotan penting dimana Kota Medan seharusnya sudah cukup umur dalam mengatasi masalah hal seperti ini. Namun sebaliknya, kondisi jalan seperti ini terkadang hanya menjadi pandangan yang sangat menarik bagi pengguna jalan. Lubang di tengah jalan dengan ukuran yang bervariasi dan tidak tahu kapan akan diperbaiki. Apakah harus ada banyak korban baru pemerintah daerah terusik dan mulai memperbaikinya?.
Kerusakan jalan adalah tanggungjawab pemerintah. Banyak hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam membuat masyarakat agar nyaman dan tidak selalu mengeluh. Jalan sekarang sudah menjadi kebutuhan bagi pengguna kendaraan yang hendak berpergian. Tanpa jalan yang baik dapat membuat masalah baru mulai dari kecelakaan dan memakan korban.
Pemerintah seharusnya cepat tanggap dalam memperhatikan jalan-jalan rusak yang ada di setiap sudut Kota Medan. Cita-cita kota Medan menjadi kota metropolitan juga harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Bila tidak, cita-cita tersebut hanya akan menjadi mimpi buruk dan tidak akan pernah kenyataan melihat umur Kota Medan sudah sangat tua.
Proyek-proyek jalan yang merugikan khalayak luas harusnya ditertibkan. Pemerintah jangan hanya mementingkan keuntungan semata saja, namun juga harus memperhatikan dampak yang diberikan proyek galian. Mulai dari jalan yang rusak, macet dan drainase yang rusak akibat penutupan galian yang tak sesuai prosedur. Sangksi sangat penting bagi oknum-oknum yang sesukanya mempermainkan fasilitas umum seperti jalan.
Milik Bersama
Sebagai masyarakat, kita juga tak boleh selalu memandang kerusakan jalan adalah kesalahan dan tanggung jawab pemerintah daerah Kota Medan semata. Ini adalah tugas kita bersama. Infrastrukur jalan adalah tanggungjawab bersama. Masyarakat harus mejaga dan merawatnya dengan tidak memperparah jalan yang sudah rusak. Caranya tidak membawa beban yang berlebih sesuai peratuaran yang ditetapkan pemerintah harus tetap diperhatikan. Beban yang diluar kemampuan jalan juga dapat mempercepat kerusakan jalan yang kita gunakan.
Selain itu, pengawasan bersama mengenai oknum-oknum yang ingin merusak jalan harus kita pantau selalu. Proyek-proyek yang tidak sesuai dan merugikan pengguna jalan juga harus kita tindak dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib. Mereka jangan hanya memeproleh keuntungan dengan membuat dampak buruk bagi banyak orang. Jalan adalah milik bersama dan harus dirawat bersama-sama.
0 Komentar